Gambar Ilustrasi
Gresik, Mediabangsanews.com
Pembagian zakat berupa uang tunai sebesar Rp50 ribu di Jalan Agus Salim, Kota Gresik, diwarnai kericuhan pada Jumat pagi (13/3/2026). Ratusan warga yang mengantre untuk mendapatkan zakat dari seorang pengusaha sarung terlibat cekcok hingga berujung aksi saling pukul.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Padahal sebelumnya, sejak pembagian dimulai pukul 08.00 WIB, situasi di lokasi masih terpantau tertib. Warga terlihat mengantre rapi untuk menerima bantuan dari panitia.
Sejumlah panitia juga berjaga di sekitar lokasi untuk memastikan warga yang telah menerima uang tidak kembali masuk ke dalam barisan antrean.
Namun suasana mendadak berubah tegang ketika terdengar teriakan dari luar barisan antrean. Keributan kemudian pecah setelah beberapa warga terlibat cekcok yang memicu aksi saling dorong hingga saling pukul di antara sejumlah pemuda.
Dalam insiden tersebut, seorang ibu yang berada di lokasi turut menjadi korban setelah terkena pukulan hingga mengalami lebam di bagian wajah.
Kericuhan itu membuat panitia terpaksa menghentikan sementara proses pembagian zakat demi meredam situasi yang mulai tidak terkendali.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, keributan diduga dipicu oleh seorang pemuda yang mencoba menyerobot antrean untuk mendapatkan zakat untuk kedua kalinya. Aksi tersebut diketahui warga lain yang sedang mengantre sehingga memicu pertengkaran.
“Iya mas, kemarin sempat ricuh, ada aksi pukul. Saya tidak tahu pasti awalnya, tapi sepertinya ada pemuda menyerobot antrean ingin dapat uang lagi lalu kepergok warga lainnya yang sedang antre,” ujar salah satu warga saat ditemui, Sabtu (14/3/2026).
Ia menambahkan bahwa pembagian zakat tersebut merupakan agenda tahunan yang biasanya digelar setiap Jumat terakhir pada bulan Ramadan.
Namun dirinya mengaku baru pertama kali ikut mengantre tahun ini karena sedang tidak memiliki pekerjaan.
“Baru ikut kemarin itu, karena tahun ini tidak bekerja. Lumayan mas, makanya sudah antre sejak pagi. Tapi sekali ikut malah ada keributan,” katanya.
Akibat insiden tersebut, pembagian zakat sempat dihentikan sementara. Setelah warga yang terlibat pertengkaran menjauh dan situasi kembali kondusif, panitia akhirnya melanjutkan kembali kegiatan pembagian zakat.
Sementara itu, Kapolsek Gresik Kota, Iptu Kevin, membenarkan adanya peristiwa kericuhan tersebut. Pihak kepolisian juga telah melakukan pengecekan ke lokasi kejadian.
“Itu kejadiannya kemarin. Meski tidak ada pemberitahuan kepada kami, kemarin tetap ada petugas yang berjaga,” ujarnya.
Namun hingga saat ini, pihak kepolisian mengaku belum menerima laporan resmi terkait keributan tersebut, termasuk laporan korban luka dari masyarakat.
“Karena tidak ada laporan masuk sama sekali, baik terkait pembagian zakat maupun korban luka akibat keributan itu,” pungkasnya.







