Jalan Poros Desa Randupadangan Rusak Parah, Pemdes Diduga Mengabaikan Kondisi dan Terkesan Tutup Mata

Berita39 Dilihat

Gresik, Mediabangsanews.com

Jalan poros yang menghubungkan Desa Randupadangan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik dengan Kota Surabaya kini berada dalam kondisi rusak parah dan menjadi beban bagi masyarakat serta pengguna jalan sehari-hari. Kondisi jalan yang semakin memburuk tidak hanya mengganggu mobilitas masyarakat, namun juga berpotensi menimbulkan bahaya bagi keselamatan jiwa dan harta benda.

Tak jarang, pengendara motor yang kurang hati hati saat melewati jalan tersebut menjadi korban. Motor ringsek, badan luka lecet, bahkan ada yang sampai di larikan ke Rumah Sakit.

“Sudah banyak korban jatuh di jalan ini. Semoga perangkat desa dan Kepala Desa Randupadangan atau paling tidak keluarga mereka ada yang menjadi korban, biar Pemdes tahu rasanya jatuh di jalan yang tidak segera mereka perbaiki,” kata salah satu warga sekitar sambil emosi, Minggu, (25-1-2026).

Secara visual, jalan tersebut menunjukkan kerusakan yang sangat signifikan. Berbagai lubang berukuran besar tersebar di sepanjang ruas jalan, sementara paving yang sudah tidak menempel lagi berserakan di mana-mana.

Ketika hujan tiba, kondisi jalan menjadi semakin memprihatinkan karena genangan air yang dalam menjadikan sebagian ruas jalan seperti kolam ikan dadakan. Kondisi ini membuat kendaraan harus bergerak dengan sangat hati-hati, bahkan terkadang harus mencari jalur alternatif yang tidak selalu memudahkan. Selain itu, kerusakan jalan juga berdampak pada penurunan efisiensi transportasi barang dan jasa, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.

Ironisnya, kondisi buruk jalan ini seolah-olah di abaikan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Randupadangan. Masyarakat mengaku tidak melihat adanya upaya nyata dari pihak desa untuk melakukan perbaikan, baik secara menyeluruh maupun penanganan sementara. Pihak desa terkesan tutup mata terhadap permasalahan yang sudah berlangsung cukup lama ini.

Kepala Desa Randupadangan, Anhar, yang juga menjabat sebagai Ketua PKDI Kecamatan Menganti, seharusnya memiliki peran penting dalam menyelesaikan masalah ini. Namun, ketika dihubungi wartawan untuk mendapatkan klarifikasi terkait kondisi jalan dan rencana perbaikan, upaya komunikasi melalui WhatsApp pribadinya tidak pernah mendapatkan tanggapan apapun. Sikap ini memberikan kesan bahwa pihak kepala desa sedang menunggu terjadinya korban sebelum mengambil tindakan nyata.

Peran pemerintah desa dalam mengelola infrastruktur publik seperti jalan sangat krusial, mengingat jalan poros ini merupakan salah satu akses penting yang menghubungkan wilayah pedesaan dengan kota besar. Keterbukaan dan tanggapan yang responsif dari pihak pemangku kepentingan adalah hal yang diharapkan oleh masyarakat untuk memastikan bahwa masalah infrastruktur dapat diselesaikan dengan segera, sebelum dampak yang lebih parah terjadi.

(Red)