Inspirasi Pagi: Pesan Moral dan Hikmah dari Jack Sandoro di Warung Kopi

Berita27 Dilihat

Gresik, Mediabangsanews.com

Di pagi hari yang redup juga penuhi kabut, yang masih menyimpan kesegaran udara, di sebuah warung kopi sederhana yang berada di selatan Kabupaten Gresik, menjadi tempat berkumpulnya para pecandu kopi. Mereka datang bukan hanya untuk menghangatkan tenggorokan, melainkan juga mencari makna dalam setiap tegukan.

Di tengah suara percakapan yang mengalir dan aroma kopi yang mengundang pikiran menjadi jernih, Jack Sandoro, pria bersahaja yang dikenal akan kedalaman pandangannya menyampaikan kata-kata bijak yang menyentuh hati setiap yang mendengar.

Banyak di antara kita yang menganggap hari Selasa sebagai momen yang kurang baik, membawa kesan berat atau penuh dengan rintangan yang tak terduga.

Hal ini seringkali menjadi alasan untuk merendahkan semangat atau bahkan menghindari tantangan yang ada di hadapan. Namun Jack Sandoro melihatnya dengan perspektif yang berbeda.

“Setiap hari adalah anugerah yang diberikan Allah SWT. Tidak ada hari yang baik atau buruk secara mutlak, yang membedakan adalah bagaimana kita menghadapinya dan mengambil hikmah dari setiap detik yang berlalu.,” ujarnya, Selasa, (20-1-2026) dengan nada yang tenang namun penuh keyakinan.

Ia juga menjelaskan bahwa dalam ajaran Islam, waktu bukanlah sesuatu yang dapat kita pandang sebelah mata. Setiap hari memiliki tujuan dan hikmah tersendiri, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an surat Asy-Syura ayat 52 yang menyatakan bahwa Allah mengatur segala urusan dari langit hingga bumi. Begitu juga dengan konsep weton yang kental dalam budaya kita, meskipun sering diartikan sebagai penentu nasib, sesungguhnya nilai utamanya adalah mengingatkan kita akan pentingnya kesabaran, kerja keras, dan rasa syukur sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

“Hari Selasa yang dianggap kurang baik justru bisa menjadi momen untuk menguji kekuatan iman kita. Ketika kita mampu menghadapinya dengan lapang dada dan penuh kebaikan hati, maka setiap rintangan akan berubah menjadi pelajaran yang berharga.,” tambahnya.

Di warung kopi yang menjadi tempat berkumpulnya berbagai lapisan masyarakat, dari pekerja harian hingga pedagang kecil, Jack mengajak semua orang untuk melihat keberadaan mereka sebagai bagian dari rangkaian kehidupan yang saling terkait. Dia bercerita bahwa kesederhanaan yang ia jalani bukanlah bentuk kekurangan, melainkan pilihan untuk hidup dengan lebih fokus pada hal-hal yang memiliki makna abadi.

“Kita seringkali sibuk mengejar kesuksesan duniawi yang diukur dengan kekayaan dan kedudukan. Padahal hikmah yang sesungguhnya terletak pada bagaimana kita mampu memberikan manfaat bagi sesama, menjaga integritas diri, dan selalu berusaha menjadi pribadi yang lebih baik setiap hari,” jelasnya.

Sebagai pesan bijak untuk pagi ini Jack mengingatkan bahwa setiap langkah yang kita ambil haruslah diimbangi dengan kesadaran akan tujuan hidup kita sebagai makhluk Allah.

“Jangan biarkan prasangka tentang hari tertentu membuat kita terlena. Gunakan setiap saat yang ada untuk berbuat kebaikan, memperbaiki diri, dan menyebarkan kehangatan kepada orang di sekitar kita. Hanya dengan demikian, setiap hari, termasuk hari Selasa yang dianggap kurang baik, akan menjadi berkah yang membawa kita lebih dekat kepada ridho-Nya,” tambahnya.
(Red)