Video Acara Hajatan Terendam Banjir Viral: Masyarakat Berharap Pemkab Lamongan Segera Atasi Masalah Banjir Tahunan

Berita75 Dilihat

Lamongan, Mediabangsanews.com

Sebuah video yang memperlihatkan acara hajatan warga Desa Bojoasri, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan yang terendam banjir telah menjadi sorotan publik setelah viral di berbagai platform media sosial. Berbagai peralatan pesta pernikahan terendam air, seperti dekorasi pengantin, sound system meja dan sebagian mengapung terbawa arus air.

Peristiwa ini terjadi akibat intensitas hujan lebat yang melanda wilayah Lamongan dalam beberapa jam berturut-turut, menyebabkan volume air Sungai Bengawan Solo meningkat drastis hingga meluap dan menggenangi kawasan permukiman serta fasilitas umum.

“Gak sido rabi (tidak jadi menikah),” suara dalam video saat banjir melanda. Senin, (12-1-2026).

Banjir bukan hanya masalah yang menyerang Desa Bojoasri, melainkan juga menjadi momok tahunan bagi sejumlah wilayah di Kabupaten Lamongan, sehingga masyarakat yang biasa terdampak mengharap kepada pemerintah daerah untuk segera menemukan solusi yang tepat terkait banjir tahunan ini.

Kabupaten Lamongan memiliki beberapa wilayah yang rawan terjadinya banjir setiap musim hujan, termasuk Kecamatan Kalitengah dengan Desa Bojoasri sebagai salah satu titik yang paling sering terdampak. Ketinggian air banjir di wilayah ini dapat mencapai antara 25 hingga 80 sentimeter, dengan durasi genangan yang bisa berlangsung selama beberapa hari bahkan minggu.

Dampak yang ditimbulkan sangat yang menyebabkan akses transportasi terhambat karena jalan-jalan utama tergenang, aktivitas ekonomi masyarakat seperti pertanian dan perikanan lumpuh total, sarana pendidikan dan kesehatan menjadi tidak dapat diakses dengan mudah, serta kondisi sanitasi yang memburuk meningkatkan risiko penyebaran penyakit.

Kasus hajatan yang terendam banjir menjadi bukti nyata bagaimana masalah ini mengganggu bahkan menghancurkan aktivitas sosial budaya yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat lokal.

Hingga berita ini diangkat, belum ada keterangan resmi dari Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Lamongan. (Adi/Red)