Gresik, Mediabangsanews
Mubin, Wakil Ketua Pemuda Pancasila PAC Menganti, Kabupaten Gresik sering mengangkat pembahasan mengenai pentingnya memahami perbedaan mendasar antara mencari pasangan hidup dan menemukan partner kerja.
Menurutnya, kedua hal tersebut memiliki landasan dan tujuan yang berbeda, dan pemahaman yang jelas tentang hal ini menjadi kunci bagi setiap orang muda untuk membangun hubungan yang sehat serta berkontribusi maksimal dalam berbagai aspek kehidupan.
Mencari pasangan hidup adalah proses yang berpusat pada ikatan emosional, cinta, dan kesediaan untuk membangun keluarga. Dasar dari hubungan ini adalah penghargaan saling terhadap nilai-nilai pribadi, kepribadian, serta tujuan hidup yang sejalan dalam konteks kehidupan bersama. Kriteria yang diutamakan meliputi kesesuaian dalam pandangan hidup, cara berkomunikasi, dan kemampuan untuk saling mendukung dalam suka dan duka.
“Mencari pasangan harus banyak kesamaan, makin banyak kesamaan makin akur. Sebaliknya, kalau mencari partner kerja harus banyak perbedaan, semakin banyak perbedaan akan semakin akur,” kata Mubin sambil tertawa menunjukkan ciri khasnya, Kamis, (8-1-2026).
Ia juga menjelaskan bahwa tujuan utama dari mencari pasangan adalah untuk menciptakan kedamaian dan kebahagiaan dalam lingkup keluarga, serta mengembangkan diri bersama sebagai individu yang lebih baik.
Hubungan ini juga dijiwai oleh nilai-nilai Pancasila, terutama sila kelima “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia”, yang dalam konteks keluarga berarti memberikan perlakuan adil dan penuh kasih kepada setiap anggota keluarga.
Sementara itu, mencari partner kerja – baik dalam lingkup organisasi Pemuda Pancasila maupun aktivitas kemasyarakatan lainnya – didasarkan pada kesesuaian visi, misi, dan kemampuan untuk saling melengkapi dalam mencapai tujuan bersama. Menurut Mubin, partner kerja adalah seseorang yang memiliki komitmen yang sama untuk memperjuangkan nilai-nilai Pancasila dan membangun masyarakat yang lebih baik.
“Kita harus selektif dalam memilah keduanya, sebab bila kita salah dalam memilih akan berakibat fatal,” jelasnya.
Kriteria pemilihan partner kerja fokus pada kapasitas individu, integritas, serta kemampuan untuk bekerja sama dalam menjalankan program atau proyek. Misalnya, dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang diselenggarakan oleh Pemuda Pancasila PAC Menganti, partner kerja dipilih berdasarkan kemampuan mereka dalam bidang tertentu, seperti pendidikan, kesehatan, atau pemberdayaan ekonomi, yang dapat mendukung keberhasilan program tersebut. Tujuan utama dari hubungan ini adalah memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar dan berkontribusi pada pembangunan daerah.
Mubin menekankan bahwa mencari pasangan hidup dan menemukan partner kerja tidak saling eksklusif. Bahkan, seseorang bisa memiliki kedua jenis hubungan tersebut dan saling mendukung satu sama lain. Misalnya, pasangan hidup yang juga menjadi partner kerja bisa saling memberikan dukungan moral dan praktis dalam menjalankan tugas organisasi maupun membangun keluarga. Namun, ia mengingatkan agar tidak menyamakan kedua hal tersebut, karena kesalahan dalam menetapkan harapan bisa menyebabkan konflik dan kegagalan dalam hubungan.
(Adi/ Red)







