segera mengambil langkah tegas untuk menertibkan aktivitas perjudian di wilayah tersebut.

Berita111 Dilihat

SidoarjoMediabangsanews.com

Aktivitas perjudian sabung ayam di Dusun Sidorono, Desa Bareng Krajan, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, terus berlangsung tanpa adanya tindakan tegas dari pihak berwenang. Situasi ini menimbulkan keresahan dan ketidaknyamanan di kalangan warga sekitar.

Menurut salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya, arena sabung ayam tersebut semakin ramai dikunjungi, tidak hanya oleh warga lokal tetapi juga oleh pengunjung dari luar kota. “Betul, tempat ini sebelumnya sempat ditutup, tapi sekarang malah semakin ramai,” ujarnya saat memberikan keterangan kepada media.

Pantauan tim media di lokasi pada Minggu (2/2/2025) mengungkapkan bahwa aktivitas perjudian tersebut berlangsung setiap hari, dengan puncaknya pada akhir pekan. Salah seorang pedagang setempat yang juga meminta identitasnya dirahasiakan menyatakan, “Perjudian di sini buka tiap hari, tapi yang paling ramai hari Sabtu dan Minggu.”

Baca Juga  Wujudkan Kerukunan Sesama Anggota Perguruan Silat. 3 Perguruan Silat Mendirikan Baleho Bersama.

Maraknya aktivitas perjudian ini memicu kritik terhadap kinerja Aparat Penegak Hukum (APH), terutama Polsek Krian dan Polres Sidoarjo. Warga menilai aparat tidak bertindak tegas terhadap praktik ilegal tersebut, meskipun perjudian sabung ayam jelas melanggar hukum. Sesuai Pasal 303 KUHP dan Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1974, pelaku dapat diancam hukuman penjara hingga 10 tahun dan denda maksimal Rp15 juta.

“Ini sudah sangat meresahkan. Kami khawatir aktivitas ini bisa memicu masalah keamanan di desa kami,” ujar salah satu warga yang juga meminta namanya dirahasiakan. Ia berharap pihak berwenang

Warga setempat mendesak aparat untuk tidak hanya menutup tempat tersebut sementara, tetapi juga memastikan bahwa aktivitas perjudian serupa tidak kembali beroperasi. Hal ini demi menjaga ketertiban dan keamanan di Desa Bareng Krajan serta memberikan rasa keadilan bagi masyarakat.

Baca Juga  Tragis! Ratusan Vendor Demo Tuntut PT Barata Indonesia Bayar Hutang Rp 2,4 Triliun yang Mangkrak Sejak 2018, Vendor Terlilit Utang Hingga Ada yang Bunuh Diri..!

(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *