Warga Gempolkurung Resah DBD, Belum Ada Fogging, Diduga Ada Ketidaksinkronan Data atau Menunggu Korban Jiwa

Berita43 Dilihat

Gresik, Mediabangsanews.com

Warga Desa Gempolkurung, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, mengeluhkan belum adanya tindakan fogging dari pemerintah desa maupun dinas kesehatan, meski sejumlah warga telah menjadi korban gigitan nyamuk penyebab demam berdarah dengue (DBD).

Keluhan tersebut muncul setelah beberapa kasus DBD terjadi di lingkungan warga. Bahkan, salah satu warga mengaku dua anaknya sempat terjangkit DBD hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit selama lima hari.

Warga yang enggan disebutkan namanya itu mengatakan, sebelumnya sempat ada petugas dari Puskesmas Kepatihan yang datang ke rumahnya untuk melakukan pendataan. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut berupa fogging di lingkungan tempat tinggalnya.

“Ada pegawai dari Puskesmas Kepatihan yang datang ke rumah untuk mendata anak saya yang terkena DBD, tapi sampai saat ini tindakan fogging belum dilakukan,” ujarnya, Selasa, (17-3-2026).

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, mengingat penyebaran nyamuk Aedes aegypti yang menjadi penyebab utama DBD dinilai masih tinggi di wilayah tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, dr. Mukhibatul Khusnah, saat dikonfirmasi wartawan menyatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan yang beredar terkait adanya warga yang terjangkit DBD di Desa Gempolkurung.

Namun demikian, ia mengaku hingga saat ini belum menerima laporan resmi terkait adanya pasien DBD dari wilayah tersebut.

“Jika ada data pasien dan dirawat di mana, kami bisa diinformasikan,” ujarnya.

Situasi ini mengindikasikan adanya dugaan ketidaksinkronan data antara pihak Puskesmas Kepatihan dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik. Pasalnya, petugas puskesmas disebut telah melakukan pendataan di lapangan, namun laporan tersebut belum tercatat di tingkat dinas kabupaten. Atau lebih parahnya lagi mereka dari dinas kesehatan dan pemerintah desa Gempolkurung menunggu sampai adanya korban jiwa akibat DBD atau menunggu korban nyamuk Aedes aegypti adalah keluarga mereka sehingga langsung melakukan tindakan?.

Dengan adanya kondisi ini, masyarakat berharap pemerintah desa maupun dinas terkait segera mengambil langkah cepat, termasuk melakukan fogging dan upaya pencegahan lainnya, guna menekan penyebaran DBD serta memberikan rasa aman bagi warga.

(Red)