Mojokerto, Mediabangsanews.com
Unggahan video di media sosial TikTok milik Kepala Desa Cinandang, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Agus Siswahyudi, menuai sorotan publik. Dalam video yang diunggah melalui akun TikTok bernama Agus Rosabella, Agus menyampaikan kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Program MBG sendiri merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang bertujuan memberikan makanan bergizi kepada anak-anak secara merata guna meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan generasi muda.
Namun dalam unggahan tersebut, Agus Siswahyudi diduga menyampaikan pernyataan yang bernada provokatif serta menggiring opini publik terkait pelaksanaan program di lapangan. Dalam video itu, Agus tidak menyebutkan secara jelas lokasi penerima program MBG maupun pihak dapur penyedia makanan yang dimaksud.
Dalam caption unggahannya, Agus menuliskan:
“MBG di lapangan yang diberikan ke rakyat ga sampai 10.000. Kalau kita diam berarti pembiaran #presidenPrabowo.”
Selain menyoroti nilai makanan yang diterima masyarakat, Agus juga menyebut bahwa hak rakyat diduga berkurang karena adanya pengelolaan oleh dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) yang menjadi pihak penyedia makanan dalam program tersebut.
Dalam pernyataannya di video, Agus mengatakan:
“Assalamualaikum, selamat siang, Om Swastiastu, Namo Budaya, salam kebajikan. Saya ingin spil MBG (makan bergizi gratis) hari ini. Onok kacang, Ono telur asin, ono roti seribuan, jeruk cilik, ini nggak sampai Rp10.000. Saya nggak tahu aturannya gimana. Jadi Rp15.000 itu katanya untuk makanannya itu Rp10.000, untuk manajemennya Rp 3.000, Rp2.000 untuk yang punya dapur. Tapi kenyataannya di lapangan ini haknya rakyat ini nggak sampai Rp7.000 atau Rp8.000. Jadi ini biar adil aja. Mestinya dapur itu tidak mengurangi haknya rakyat. Sudah dikasih rp5.000 untuk operasional, Rp 2000 dan Rp3000.”
Ia juga menilai bahwa dapur penyedia MBG tidak seharusnya mengurangi hak masyarakat yang menjadi penerima manfaat.
Tak hanya itu, dalam video tersebut Agus turut menyinggung program bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial. Ia menilai program bansos tersebut pernah membuat masyarakat merasa dirugikan karena nilai bantuan yang menurutnya tidak sesuai dengan barang yang diterima.
“Dulu PKH (Program Keluarga Harapan), yang dapat uang harus berbelanja itu kan dulu Rp200.000 nilainya nggak sampai Rp200.000 berupa kentang, jeruk, beras, telur. Ya di bathi, jadi rakyat ini dibodohi,” ujar Agus dalam video tersebut.
Unggahan tersebut kini menjadi perbincangan di media sosial. Mendapatkan ribuan like dan ratusan komentar dari netizen. Sejumlah pihak menilai pernyataan Kepala Desa Cinandang itu berpotensi menimbulkan polemik karena disampaikan tanpa penjelasan rinci mengenai lokasi maupun mekanisme distribusi program MBG yang dimaksud.
Hingga berita ini ditulis, belum ada klarifikasi resmi dari Agus Siswahyudi maupun pihak terkait mengenai maksud unggahan tersebut serta kondisi sebenarnya dari pelaksanaan program MBG yang ia soroti.
(TIM)







