Viral Warung Janda Roboh, Awak Media Soroti Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan di Pemdes Mojogede

Berita68 Dilihat

GresikMediabangsanews.com

Pemberitaan mengenai robohnya sebuah warung milik seorang janda di Desa Mojogede, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik, yang viral di berbagai platform media sosial dan media online, kini memicu sorotan baru terhadap kinerja Pemerintah Desa setempat.

Peristiwa robohnya warung tersebut terjadi setelah bangunan sederhana milik warga itu diterjang angin kencang. Namun yang menjadi perhatian publik bukan hanya musibah yang menimpa korban, melainkan sikap pemerintah desa yang dinilai kurang responsif terhadap warganya yang sedang tertimpa bencana.

Sejumlah warga menyebutkan, hingga beberapa waktu setelah kejadian, tidak terlihat adanya perangkat desa yang datang langsung ke lokasi untuk melihat kondisi korban maupun memberikan bantuan.

“Seharusnya pemerintah desa datang melihat kondisi warga yang tertimpa musibah. Minimal memberikan perhatian atau bantuan sementara,” ujar salah seorang warga yang meminta namanya tidak dipublikasikan.

Viralnya peristiwa tersebut kemudian memicu perhatian sejumlah awak media yang melakukan penelusuran lebih jauh terkait berbagai persoalan yang pernah mencuat di Desa Mojogede.

Dari hasil penelusuran tersebut, kembali mencuat dugaan kasus pemalsuan tanda tangan dalam dokumen administrasi desa yang disebut-sebut terjadi pada tahun 2024 lalu. Dugaan tersebut sebelumnya sempat menjadi perbincangan di tengah masyarakat, namun hingga kini dinilai belum mendapatkan kejelasan secara terbuka.

Beberapa warga menilai, munculnya kembali isu tersebut tidak terlepas dari meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kinerja pemerintah desa setelah kasus warung janda roboh menjadi sorotan publik.

“Sekarang masyarakat jadi ingat lagi masalah lama. Dulu sempat ramai soal tanda tangan yang diduga dipalsukan, tapi sampai sekarang tidak ada penjelasan yang jelas,” ungkap warga lainnya.

Sejumlah pihak pun berharap agar pemerintah desa dapat memberikan klarifikasi secara terbuka terkait berbagai persoalan yang mencuat, sehingga tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Desa Mojogede belum memberikan keterangan resmi terkait viralnya pemberitaan warung janda yang roboh maupun dugaan pemalsuan tanda tangan dalam dokumen administrasi desa tersebut.

Masyarakat berharap adanya transparansi serta langkah klarifikasi dari pemerintah desa agar kepercayaan publik tetap terjaga dan berbagai persoalan yang berkembang dapat diselesaikan secara jelas.

(Red)