Disinyalir Tak Berizin, Warga Siap Menutup Nata Dimsum Jika Terus Beroperasi

Berita39 Dilihat

GresikMediabangsanews.com

Keberanian sebuah usaha kuliner bernama Nata Dimsum patut dipertanyakan. Tanpa mengantongi izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) maupun ijin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).Usaha tersebut justru bebas beroperasi dan menjual makanan ke masyarakat di wilayah Randu Padangan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik.

Ironisnya, meski diduga kuat melanggar aturan keamanan pangan, usaha tersebut tetap berjalan seolah kebal hukum. Kondisi ini memicu kemarahan warga yang menilai ada pembiaran serius dari aparat dan instansi terkait.

“Makanan itu dikonsumsi masyarakat luas. Kalau tidak punya izin BPOM, ini jelas berbahaya. Jangan tunggu ada korban baru aparat bergerak,” tegas seorang warga Randu dengan nada geram.

Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan, Neta Dimsum diduga milik seorang bernama Agus, yang diketahui berdomisili di Desa Gempol Kurung, Kecamatan Menganti. Namun hingga berita ini diturunkan, Agus memilih bungkam dan tidak memberikan klarifikasi meski telah diupayakan konfirmasi.

Kemarahan publik kini mencapai titik didih. Warga secara terbuka menantang aparat penegak hukum, Satpol PP, Dinas Kesehatan, dan instansi terkait untuk segera bertindak tegas. Jika tidak, masyarakat mengancam akan turun ke jalan dan menutup paksa sendiri usaha ilegal tersebut.

“Kalau negara kalah sama penjual dimsum ilegal, lebih baik warga yang bertindak,” ujar warga lainnya dengan nada keras.

Aktivitas usaha makanan tanpa izin BPOM bukan hanya pelanggaran administratif, tetapi ancaman nyata bagi keselamatan konsumen. Publik pun mempertanyakan:

👉 Di mana pengawasan pemerintah daerah?
👉 Mengapa usaha ilegal bisa bebas beroperasi?
👉 Siapa yang melindungi?

Hingga berita ini dipublikasikan, belum ada pernyataan resmi dari pengelola Neta Dimsum maupun pihak berwenang. Wartawan menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga ada tindakan nyata, serta membuka ruang hak jawab sesuai Undang-Undang Pers.

(Red)