Nobar dan Seminar di USTJ Papua Angkat Isu Strategis Politik Luar Negeri RI 2026

Berita30 Dilihat

PapuaMediabangsanews.com

Seminar dan kegiatan Nonton Bareng Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Tahun 2026 sukses diselenggarakan pada Rabu, 14 Januari 2026, bertempat di Gedung FTIK Lantai 3 Ruang D.5 Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) Papua. Pada Rabu 14/2026

Kegiatan ini dirangkai dengan Bincang Politik Luar Negeri (Polugri) yang menghadirkan narasumber Staf Ahli Kementerian Luar Negeri RI Bidang Manajemen, Bapak Acep Soemantri. Acara ini bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada peserta terkait arah kebijakan dan prioritas diplomasi Indonesia tahun 2026.

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari mahasiswa Hubungan Internasional (HI), namun juga dihadiri oleh alumni, perwakilan Badan Pengelola Perbatasan dan Kerja Sama Papua (BPPK), Badan Narkotika Nasional (BNN), Perwakilan dari Vanimo (Papua Nugini), serta akademisi dan mahasiswa dari Universitas Cenderawasih. Hal ini menunjukkan tingginya minat lintas sektor dan lintas wilayah terhadap isu politik luar negeri Indonesia.

Dalam paparannya, Bapak Acep Soemantri menjelaskan poin-poin strategis Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri RI, mulai dari diplomasi politik, diplomasi ekonomi, perlindungan WNI di luar negeri, hingga peran Indonesia dalam menjaga stabilitas kawasan dan perdamaian dunia.
Diskusi berlangsung dinamis dengan sesi tanya jawab yang aktif dari para peserta.

Salah satu momen yang menarik dan inspiratif dalam seminar ini adalah kehadiran seorang alumni yang membawa anak bayinya, Septa Kulsumawulan, yang terlahir di Surabaya dan telah lama menetap serta berjuang di Papua. Dengan penuh semangat, Septa menyampaikan cita-citanya untuk mengabdi kepada negara melalui Kementerian Luar Negeri RI dan berjuang menjadi seorang diplomat. Kehadirannya menjadi simbol semangat pengabdian, keteguhan, serta harapan generasi muda terhadap masa depan diplomasi Indonesia.

Melalui kegiatan ini, diharapkan pemahaman mengenai politik luar negeri Indonesia semakin meluas, serta mampu menumbuhkan semangat nasionalisme dan pengabdian, khususnya bagi generasi muda di Papua dan kawasan perbatasan.

Acara ditutup dengan diskusi terbuka dan komitmen bersama untuk terus memperkuat literasi politik luar negeri serta peran diplomasi Indonesia di tingkat nasional maupun global.

(Adi/Red)