Akibat Luapan Kali Lamong, Wahana Kolam Renang Dadakan Terbentuk di Morowudi

Berita109 Dilihat

GresikMediabangsanews.com

Intensitas hujan tinggi yang melanda sebagian wilayah Kabupaten Gresik, khususnya kawasan Gresik Selatan, telah kembali menyebabkan banjir yang mengganggu kehidupan masyarakat. Akibatnya, genangan air yang menggenangi salah satu toko modern di Desa Morowudi, Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik mengakibatkan kegiatan toko lumpuh total.

Banjir bukan merupakan kejadian baru bagi wilayah ini, karena setiap tahun saat musim penghujan tiba, kawasan Gresik Selatan selalu dilanda genangan air yang berdampak luas pada aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Kondisi ini membuat warga mengeluh dan selalu berharap pemerintah Kabupaten Gresik agar segera menemukan solusi komprehensif untuk mengatasi masalah banjir yang terus berulang.

“Anak anak jadi punya kolam renang baru. Bisa bermain dan berenang sepuasnya , gratis pula,” kata ibu di lokasi sambil mengawasi anaknya, Senin, (12-1-2026).

Kabupaten Gresik memiliki beberapa wilayah yang rawan banjir, dengan Gresik Selatan sebagai salah satu zona yang paling sering terdampak akibat kondisi geografisnya yang berada di bantaran Kali Lamong. Penyebab utama terjadinya banjir di wilayah ini meliputi luapan air dari Kali Lamong dan anak sungainya seperti Kali Glindah serta Kali Gluran, sistem drainase yang belum optimal untuk menampung debit air hujan tinggi, serta faktor pasang surut air laut yang memperlambat proses pengaliran air ke laut. Banjir tidak hanya menghambat mobilitas warga karena jalanan tergenang, tetapi juga menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan bagi pemilik toko modern yang barang dagangannya terendam air. Secara luas, dampak banjir juga dirasakan pada sektor pertanian dengan sawah dan tambak yang tergenang, serta pada sarana prasarana publik seperti sekolah dan fasilitas kesehatan yang sulit diakses.

Sebelumnya, pemerintah Kabupaten Gresik telah melakukan sejumlah upaya untuk menangani permasalahan banjir. Langkah-langkah yang telah diimplementasikan meliputi normalisasi sungai dan saluran air untuk meningkatkan kapasitas aliran, pembangunan waduk retensi air sebagai bagian dari mitigasi struktural, serta penyediaan alat berat seperti mobil pompa untuk menyedot genangan air pada saat kejadian.

Selain itu, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik, juga dilakukan kegiatan kesiapsiagaan bencana, penyebaran informasi dini tentang potensi banjir, serta koordinasi dengan pihak terkait untuk penyaluran bantuan darurat. Meskipun demikian, upaya tersebut belum mampu menghentikan terulangnya banjir setiap tahun, sehingga masyarakat menginginkan penanganan yang lebih menyeluruh dan berkelanjutan.

Masyarakat Kabupaten Gresik, khususnya mereka yang tinggal di wilayah rawan banjir seperti di Kecamatan Balongpanggang, Benjeng, Cerme, Menganti, dan Kecamatan Kedamean mengharapkan pemerintah daerah dapat mengambil langkah-langkah strategis dan segera untuk menyelesaikan masalah ini. Perluasan dan pembenahan sistem drainase yang sesuai dengan kapasitas debit air hujan, penguatan struktur tanggul sungai untuk mencegah luapan, serta pengelolaan lahan yang lebih baik dengan melindungi kawasan resapan air seperti rawa dan hutan mangrove. Selain itu, diharapkan juga adanya kajian teknis mendalam terkait faktor-faktor penyebab banjir dan pengembangan solusi yang didasarkan pada data akurat serta riset ilmiah.

Dengan terwujudnya langkah-langkah penanganan yang tepat dan berkelanjutan diharapkan masalah banjir tahunan dapat teratasi sehingga masyarakat bisa melakukan aktivitas dengan aman nyaman dan produktif. (74ck)