Kondisi Jalan Randupadangan Memprihatinkan, Warga Ancam Tanam Pohon Pisang Sebagai Bentuk Protes

Berita174 Dilihat

Gresik, Mediabangsanews.com
Jalan desa yang menghubungkan Desa Randupadangan dan desa desa lain di Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik dengan Kotamadya Surabaya merupakan akses vital bagi masyarakat sekitar. Setiap hari, jalan ini dilalui oleh ribuan pengendara untuk berbagai keperluan seperti aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Namun, kondisi jalan saat ini sangat memprihatinkan dan telah mengganggu aktivitas sehari-hari warga.

Kondisi fisik jalan desa tersebut menunjukkan kerusakan yang parah. Banyak bagian jalan terdapat lubang besar yang tidak teratasi, serta paving yang lepas dan menyebar di sepanjang ruas jalan. Apalagi jika hujan turun, kubangan jalan di penuhi air yang mengakibatkan pengendara tidak bisa melihat kondisi jalan. Banyak pengendara yang jatuh di jalan tersebut.

Beberapa warga menyebutkan bahwa kondisi jalan saat ini bahkan mirip dengan jalan zaman dahulu yang biasa dilalui oleh kuda dan kerbau, bukan jalan yang seharusnya menunjang mobilitas modern masyarakat. Kerusakan jalan tidak hanya memperlambat perjalanan, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas dan kerusakan pada kendaraan yang melaluinya.

“Ini bukan jalan modern, ini jalan zaman dulu yang kemana mana masyarakat harus naik kuda. Kepala desa dan perangkat desa jangan mbideg dan micek dengan keluhan warga,” cetus pengendara yang melintas, Senin, (12-2-2026).

Meskipun kondisi jalan telah menjadi perhatian masyarakat dan bahkan telah dikonfirmasi oleh wartawan, Kepala Desa Randupadangan, Anhar, belum menunjukkan langkah konkret untuk menangani masalah ini.

Keluhan dari berbagai lapisan masyarakat tidak mendapatkan tanggapan yang memuaskan atau rencana perbaikan yang jelas. Hal ini menyebabkan rasa kecewa dan ketidakpuasan yang semakin meningkat di kalangan warga yang bergantung pada akses jalan tersebut.

Sebagai bentuk ekspresi ketidakpuasan, masyarakat sekitar Desa Randupadangan merencanakan untuk menanam pohon pisang di sepanjang ruas jalan yang rusak. Tindakan ini bukan hanya sebagai bentuk protes terhadap ketidakpedulian pemerintah desa, tetapi juga sebagai simbol bahwa jalan tersebut saat ini lebih layak menjadi lahan pertanian daripada akses transportasi yang layak. Masyarakat berharap bahwa langkah ini akan menarik perhatian pemerintah desa dan instansi terkait untuk segera mengambil tindakan perbaikan.

“Kita akan taman pohon pisang di sepanjang jalan ini, biar pemerintah desa melek,” pungkasnya.

Menanggapi hal ini, pemerintah desa (Pemdes) Randupadangan belum memberikan keterangan secara resmi. Dihubungi melalui telepon selulernya juga tidak diangkat.
(Red)