Bentuk Protes dan Kritik Terhadap Pemkab Gresik dan Dinas Terkait Warga Desa Cagak Agung, Kec. Cerme Tanam Pohon Dijalan yang Rusak.

Berita127 Dilihat

GresikMediabangsanews.com

Jalan Kabupaten yang menghubungkan beberapa Desa di sekitaran Desa Cagak Agung, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. Rusak parah dan bergelombang. Karena Pemerintah Kabupaten Gresik di nilai lamban dalam memperbaiki jalan.

Jalan yang notabennya masuk jalan kabupaten tersebut sudah lama tidak tersentuh atau alih alih melakukan perbaikan. Kekesalan warga memncak karena merasa dianaktirikan oleh Pemerintah Kabupaten Gresik.

Kekesalan waega memuncak dan bentuk protes agar segera di lakukan pembangunan atau perbaikan warga menanami pohon pisang di lokasi jalan yang rusak.

Terlihat pohon pisang dengan tangkai muda yang masih tergar berdiri tegak di tengah lintasan jalan. Aksi warga tersebut menjadi sorotan karena jalan yang menjadi lokaai protes murupakan akses vital yang menghubungkan antar Desa yang seharusnya menjadi akses utama mobilitas dan aktifitas ekonomomi masyarakat di Daerah sekitar.

Mata yang melihat langsung kondisi jalan akan terhentak pada gambaran yang unik di hadapnnya. Pasalnya jalan yang seharusnya permukaannya mulus dan rata kini penuh dengan lobang yang berfariasi mulai dari lobang berukuran kecil hingga lobang berukuran sedang besar ada juga yang berongga terbilang cukup dalam.

Dari jalan yang berlobang tersebut hampir tersebar di selurub ruas jalan dan sebagian terisi genanga air hujan. Hal tersebut membuat warga yang melintas harus berjalan dengan sangat hati- hati.

Banyak warga yang seringkali harus merubah jalur atau mengurangi kecepatan secara drastis untuk menghindari kerusaka. Pada kendaraan atau bahkan timbulnya kecelakaan.

Warga sekitar yang enggan menyebutkan namanya mengatakan penanaman pohon di jalan kabupaten tersebut merupakan bentuk protes terhadap Pemerintah Kabupaten Gresik dan Dinas- Dinas terkait khususnya Tim Unit Reaksi Cepat (URC), Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) yang lamban dalam melakukan perbaikan jalan yang di maksud. Celetuknya

Lanjut dikatakan warga sekitar masyarakat sudah kesal dan warga membawa bibit pohon pisang, alat untuk menggali tanah dan warga kompak untuk menanam di titik- titik yang terlihat strategis di tengah jalan.

“Warga ada berdiri dengan tatapan tegas, yang lain bicara dengan nada khawatir mengenai dampak kondisi jalan terhadap kehidupan sehari- hari.” Katanya

Warga pun menambahkan .”Petani yang biasanya mengangkut hasil panen harus menghadapi risiko kerusakan pada kendaraan truk atau gerobak mereka. Orang tua yang mengantar anak-anak ke sekolah khawatir akan keselamatan perjalanan. Pedagang yang menjajakan barang dagang juga merasakan dampaknya, karena akses yang sulit membuat aktivitas perdagangan menjadi terhambat.” Tambahnya

Kalau Pemerintah Kabupaten Gresik tidak segera memperbaiki jalan ini besok akan kita tanami lebih banyak lagi pohon pisang di sini. Biar Pemerintah Kabupaten Gresik tambah malu. Pungkas Warga.

Jalan yang menjadi lokasi protes ini memiliki peran yang sangat krusial bagi kawasan sekitar Desa Cagak Agung. Ia menghubungkan Desa Cagak Agung dengan desa-desa tetangga seperti Desa Sukomoro, Desa Kedungpring, dan Desa Plampangan, menjadikannya sebagai jalur utama untuk pergerakan orang, barang, dan jasa.

Pada hari-hari biasa, jalan ini ramai dilalui oleh berbagai jenis kendaraan – mulai dari sepeda motor, mobil pribadi, truk barang, hingga angkutan umum yang melayani kebutuhan transportasi masyarakat. Tanpa akses yang layak, seluruh aktivitas yang bergantung pada jalan ini terganggu, mengganggu rantai ekonomi lokal dan kualitas hidup masyarakat.

Pohon pisang yang kini tumbuh di tengah jalan bukan hanya objek fisik yang menghalangi lintasan, melainkan simbol dari harapan dan kekesalan masyarakat. Daun-daun pisang yang mulai mengembang seolah menyampaikan pesan bahwa warga telah siap untuk mengambil langkah tegas agar masalah yang telah lama ada mendapatkan perhatian. Kondisi jalan yang rusak parah.

Lubang-lubang yang menjalar, dan akses vital yang tidak terawat menjadi gambaran nyata tentang tantangan infrastruktur yang dihadapi daerah ini. Semoga aksi protes yang dilakukan dengan cara damai ini dapat menjadi pemicu bagi perbaikan yang nyata, sehingga jalan tersebut dapat kembali berfungsi sebagai akses yang aman dan layak guna bagi seluruh masyarakat sekitar.

(Adi/ Red).