Mojokerto, Mediabangsanews.com
Truck fuso bermuatan berat terpelosok nyaris terguling di depan pabrik PVC di wilayah Randegan pada Selasa 30/12/2025 sore. Insiden tersebut bukan sekedar kecelakaan lalu lintas biasa melainkan merupakan potret telanjang kebobrokan tata kelola infratuktur jalan industri yang dibiarkan dan dipaksa menanggung beban sebuah armada berkapasitas besar.
Fuso tersebut terseok, roda tenggelam ke tanah yang gembur dan tidak padat, seolah jalan itu hanyalah hamparan jebakan maut yang menunggu korban berikutnya. Tanah ambles, badan jalan runtuh, dan kendaraan berat kehilangan kendali.
Kejadian ini mengakibatkan macetnya kendaraan
Padahal jalan tersebut sepi, hal ini menegaskan satu fakta pahit, kelas jalan di kawasan tersebut sama sekali tidak memadai untuk dilalui armada berat, namun ironisnya justru setiap hari dipaksa menanggung beban berat truk besar milik industri yang lalu lalang setiap hari.
Lebih memprihatinkan lagi, penggunaan armada berkapasitas besar oleh perusahaan-perusahaan yang memproduksi PVC di wilayah Randegan bukanlah kejadian insidental. Aktivitas ini berlangsung rutin, sistematis, dan terkesan kebal dari pengawasan.
Jalan yang seharusnya hanya menopang kendaraan kelas ringan hingga menengah, diperlakukan layaknya jalur logistik berat tanpa peningkatan struktur, tanpa penguatan pondasi, dan tanpa tanggung jawab.
ancaman kecelakaan mengintai setiap detik bahkan disekitaran wilayah tersebut sering terjadi kecelakaan yang mengakibatkan korban jiwa. Hari ini fuso terperosok, besok bisa saja korban kembali jiwa berjatuhan, baik sopir, pekerja pabrik, maupun warga sekitar yang sama sekali tidak menikmati keuntungan industri tersebut.
Situasi ini memunculkan pertanyaan keras yang tak bisa lagi dihindari, Di mana peran pemerintah daerah? Di mana pengawasan dinas terkait? Dimana anggota Polsek Dawarblandong bagian lalulintas Dan mengapa pelanggaran terang-terangan ini dibiarkan berlarut-larut?.
Pembiaran semacam ini bukan sekadar kelalaian, melainkan bentuk keteledoran kolektif yang berpotensi masuk kategori pengabaian keselamatan publik. Ketika armada berat dipaksa melintas di jalan yang tidak layak, maka kecelakaan bukan lagi kemungkinan, melainkan kepastian yang tinggal menunggu waktu.
Menyikapi kondisi tersebut, Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Swadaya Masyarakat Generasi Muda Peduli Aspirasi Masyarakat (DPP LSM GEMPAR) menyatakan sikap tegas.
Jika persoalan ini tidak segera ditindaklanjuti secara serius oleh pihak-pihak terkait, baik pemerintah daerah, instansi teknis, maupun pihak industri, maka DPP LSM GEMPAR akan mengirimkan surat resmi sebagai bentuk peringatan keras atas keteledoran yang terjadi.
LSM GEMPAR menilai, praktik penggunaan jalan yang tidak sesuai kelasnya merupakan bentuk pemaksaan kepentingan ekonomi di atas keselamatan publik.
Negara tidak boleh kalah oleh industri, dan masyarakat tidak boleh dijadikan tameng atas kerakusan distribusi tanpa tanggung jawab.
“Jangan tunggu banyaknya korban jiwa baru sibuk pasang rambu. Ini bukan sekadar jalan rusak, ini soal keberanian menegakkan aturan,” tegas pernyataan sikap dari Ketua DPP LSM GEMPAR.
Insiden fuso terperosok di depan pabrik PVC Randegan seharusnya menjadi alarm keras, bukan malah ditutup-tutupi atau dianggap biasa. Jika pembiaran ini terus berlanjut, maka yang terperosok bukan hanya truk, tetapi akal sehat, tanggung jawab, dan wajah penegakan hukum itu sendiri.
(Adi)







